PIMPIN UPACARA LUAR BIASA 1 JULI 2019 BUPATI BAHAS SOAL INI

Upacara bendera luar biasa bulan juli 2019 dilaksanakan di halaman Setda Kabupaten Pati. Senin, 01/07/19, upacara diikuti oleh, Sekretaria Daerah, para Asisten dan Staf Ahli, seluruh pimpinan OPD beserta semua staff OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.

Bupati Pati Haryanto selaku inspektur upacara dalam sambutannya menyampaikan bahwa diawal bulan juli ini kita akan disibukkan dengan banyak kegiatan termasuk kegiatan rutin dan event tahunan.Yang rutin yakni termasuk RKPJ perubahan anggaran serta agenda agenda Perda yang sudah diagendakan pada tahun 2020.
"Bulan depan akan ada pelantikan dewan legislatif nanti yang terkait harus komunikatif karena peralihan legislatif ini akan berdampak dan akan terlambat. kalau tidak segera direalisasikan perubahan yang ada maka kita akan tertinggal. Karena sesuai jadwal pelantikan anggota DPR akan dilaksanakan di bulan agustus. Kita tidak mungkin dalam bulan agustus langsung melaksanakan kegiatan. Saya himbau agar kegiatan juni dan juli langsung segera dilaksanakan ",  ujar Buapti Haryanto

Bupati Haryanto juga mengingatkan untuk kegiatan event yang kita tunggu  selama lima tahun tidak terasa kurang satu bulan lagi. Karena alun-alun belum bisa dipakai maka gerbang alun alun akan kita hias dengan sangat baik dan akan kita fungsikan secara maksimal karena kita menunggu selama 5 tahun jadi harus tertata dengan rapi. Kalau tahun lalu kita memakai pakain kostum untuk tahun ini kita akan pakai pakaian adat Pati. Daripada kita punya pakaian adat dipakai cuma sekali jadi kita akan pakaikan pakaian adat ini mungkin sebulan sekali kita pakai dihari jumat dan akan kita buat Perbup mengenai hal ini.  Semua pegawai harus menggunakan itu karena sekarang guru guru di SMK sudah memakai pakaian adat.
Dalam sambutannya Bupati Haryanto juga membahas hal yang tidak kalah penting yang sedang ngetren saat ini, yakni  mengenai penerimaan siswa baru. Mengenai kualifikasi prestasi sudah naik 5 persen. Saya sudah menjalankan sesuai kemendagri yang ada dan ada sistem yang berlaku, jadi saya tidak bisa memasukkan siswa siswi masuk ke SMA atau SMK yang diinginkan.Masyarakat itu belun paham yang namanya penerimaan sistem pemerataan anak pandai itu sudah ada aturannya, termasuk juga guru itu sudah ditaruh merata dan dirolling. Dengan perataan guru yang mempunyai predikat baik dan ditarik ke sekolah yang berkalangan bawah itu untuk pemerataan sistem pendidikan saat ini. Jadi saya tekankan dan saya komunikasikan biar tidak jadi salah paham, meskipun sudah kenal saya tetap tidak bisa untuk memasukkan karena itu termasuk kewenangan Provinsi. Kalau sunahnya itu harus masuk dengan kualitas nilai.

Di akhir sambutannya Bupati Haryanto menghimbau akan diadakan coffee morning untuk membahas agenda kegiatan ke depan yang sangat padat.

Komentar (0)
Tuliskan Komentar Anda